APH Di Minta Panggil Dan Periksa SMAN 1 Majalengka

Header Menu


Gadgets Review

Gadgets Review

APH Di Minta Panggil Dan Periksa SMAN 1 Majalengka

INFO PAJAR
Senin, 30 Maret 2026



Bandung Barat infopajar.com_

Terkait dengan ada nya dugaan persoalan penggunaan anggaran pemeliharaan sarana  prasarana. Kegiatan kesiswaan dan Ekstrakulikuler  serta lain nya  tahun 2024 dan 2025 yang bersumber  dari  pemerintahan pusat melalui APBN  dalam program bantuan Oprasional sekolah  (  BOS  )  serta Bantuan  Pendidikan Oprasional pendidikandaerah ( BOPD ) yang di berikan oleh pemerintah provinsi Jawa Barat melalui APBD  di sekolah Menengah Atas Negeri ( SMAN )  1 Kabupaten Majalengka jawa Barat yang di duga Bermasalah dalam anggaran kegiatan Pemeliharaan sarana  prasarana  dan lain sebagainya. . Aparatur Penegak Hukum  ( APH  ) baik kejaksaan maupun kepolisian di minta untuk segera melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap pihak sekolah maupun pihak lain nya  yang ada kaitan dengan penggunaan uang negara tersebut.


Pemanggilan dan pemeriksaan yang  di maksud  hanya bertujuan untuk memastikan dan  mempertanggung jawabkan dimata hukum jikalau  memang ada  indikasi penyalahgunaan uang bantuan Oprasional sekolah ( BOS  ) beserta BOPD nyata dan benar ada nya.


Dugaan Persoalan itu pun terletak pada adanya dugaan ketidak jelasan penggunaan anggaran tersebut untuk apa dan bagaimana mekanisme penggunaan dari uang tersebut  serta ada nya dugaan ketidak sesuaian antara laporan pertanggung jawaban penggunaan anggaran dengan fakta realisasi sesungguhnya atau fakta sebenarnya  dalam kegiatan pemeliharaan sarana dan prasarana,administrasi kegiatan sekolah dan lain sebagai nya Yang jumlah anggaran mencapai ratusan juta rupiah. Semenjak tahun 2024 hingga  tahun 2025


kalimat di atas  di lontarkan oleh Rangga setiawan SH.MH selaku  penggiat anti korupsi saat di mintai tanggapan nya oleh Infopajar.com di halaman MAPOLDA jawa barat  ( 30 maret 2026 ) 


Menurut Rangga  Sudah sepatutnya rekan rekan Yudikatif bertindak secara cepat dan tepat untuk melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap pihak sekolah


yang berkaitan dengan informasi ada nya dugaan penyalahgunaan dan dugaan ketidak jelasan uang BOS  tahun 2024 dan 2025  . Dalam kegiatan pemeliharaan sarana dan prasarana dan pada kegiatan lain nya yang di danai dari anggaran BOS. Atau APBN. 


Pemeriksaan yang di maksud meliputi dari pemeriksaan berkas laporan pertanggung jawaban penggunaan anggaran BOS  dengan  fisik di lapangan.. Dan kalau pun memang di temukan ada nya ketidak sesuaian laporan penggunaan anggaran dengan fakta realisasi di lapangan atau fakta sesungguhnya maka harapan saya status pemeriksaan tersebut nanti bisa  di tingkat kan kejenjang selanjutnya. 


Rangga yang merupakan aktivis anti korupsi  lebih jauh lagi  kepada infopajar.com mengatakan Selain melakukan pemeriksaan tentang adanya dugaan persoalan dana BOS  di sekolah tersebut  ia menekan kan rekan rekan Yudikatif pun di harap  melakukan pemeriksaan  terhadap anggaran bantuan operasional pendidikan daerah ( BOPD )  

yang sudah di terima oleh pihak sekolah yang diberikan pemerintah provinsi Jawa Barat dua tahun kebelakang. 

 

Rencana nya Rangga dalam waktu dekat ini ( selasa 31  Maret 2026 )  akan berkoordinasi langsung dengan Lembaga  APH  baik itu kejaksaan tinggi Jawa Barat maupun POLDA Jawa Barat sembari memastikan kapan pihak Sekolah  tersebut akan di panggil dan dilakukan nya pemeriksaan yang berkaitan dengan semua  realisasi dana BOS di tahun 2024 dan 2025 serta  dana BOPD. 


sampai berita ini di turun kan pihak  sekolah  belum memberikan tanggapan klarifikasi nya.


Di  hubungi  infopajar.com melalui sambungan telpon   M Ali kepala SMAN 1 Kabupaten Majalengka pun terkesan mengabaikan.


sampai berita ini di turun kan infopajar.com terus berupaya berkoordinasi dengan pihak aparatur penegak hukum demi tercipta nya penegakan hukum yang berlaku dalam dugaan permasalahan dana BOS maupun BOPD yang di duga terjadi di tubuh sekolah SMAN 1 Majalengka Jawa Barat. 


Dan sampai berita ini di turun kan pun infopajar.com terus menunggu jawaban konfirmasi yang jelas dari pihak sekolah yang bersangkutan. 


#Bersambung