Subang,,infopajar.com_
Dunia pendidikan seperti tak henti henti nya tercoreng oleh perbuatan yang di lakukan oknum yang tidak bertanggung jawab,bahkan oknum tersebut dalam menjalankan aksi jahat nya untuk meraih keuntungan pribadi maupun golongan pada anggaran yang bersumber dari pemerintah terkesan sadis dan jauh dari kata bijak.
Dari data yang ada di Redaksi Infopajar.com dalam sebuah laporan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan
(LHP BPK) pada Bantuan Oprasional sekolah (BOS) tahun 2025 pada sekolah menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 kecamatan ciater dan SMPN 2 Cisalak Kabupaten Subang Jawa Barat sangat mencoreng dunia pendidikan.
Pasal nya dalam temuan BPK pada Bantuan Oprasional sekolah (BOS) di SMPN 1 Ciater tahun 2025
Rp 106 215 000 belanja BOS tidak sesuai dengan kondisi senyatanya dan
Rp 2 936 500 belanja BOS tanpa bukti pengeluaran,
Dari data LHP BPK itu pun pada SMPN 2 Cisalak dalam penggunaan dana BOS di temukan bahwa sebesar Rp 598 000 belanja BOS tanpa bukit pengeluaran dan Rp 16 124 500 belanja Dana BOS tidak sesuai dengan kondisi senyatanya. Sungguh dua kejadian ini bukan merupakan suatu perbuatan kelalaian bagi dua SMPN tersebut.
Karena pada setiap sekolah baik dari tingkat dasar maupun tinggat menengah dalam menjalankan anggaran BOS wajib mematuhi aturan yang ada yang di kemas dalam juklak maupun juknis.
Bahkan semua lembaga pendidikan itu sendiri selain mematuhi aturan mereka juga di minta untuk membuat sebuah laporan pertanggung jawaban penggunaan anggaran yang sesuai dengan fakta sebenarnya atau fakta sesungguhnya.
Dengan ada nya temuan Badan pemeriksa keuangan (BPK) pada dana BOS tahun 2025 baik di SMPN 1 Kecamatan Ciater maupun SMPN 2 Cisalak Kabupaten Subang Jawa Barat patut di curigai dalam laporan pertanggung jawaban penggunaan anggaran yang di buat terkesan ada nya dugaan manipulasi.
Arief Budiman karlan kepala SMPN 2 Cisalak yang juga merangkap sebagai PLT kepala sekolah SMPN 1 Ciater kabupaten Subang jawa barat Tahun 2025 saat akan di mintai tanggapan nya oleh Infopajar.com sedang tidak berada di ruang kerjanya, di hubungi melalui sambungan telpon nya yang bersangkutan terkesan mengabaikan.
Sampai berita ini di turun kan infopajar.com terus menunggu jawaban konfirmasi dari Arief Budiman yang merupakan kepala SMPN 2 Cisalak dan PLT kepala SMPN 1 Ciater tahun 2025.
Bahkan sampai berita ini di turun kan infopajar.com terus melalukan koordinasi dengan pihak aparatur penegak hukum demi tercipta nya penegakan hukum yang berlaku dalam temuan BPK pada dana BOS tahun 2025 di kedua sekolah tersebut.
#Bersambung


